Palembang - Indonesia berhasil merebut medali emas di nomor bergengsi, lari 100 meter. Serafi Anelis Unani berjaya di bagian putri, sementara Franklin Ramses Burumi jadi yang terbaik di bagian putra.
Di venue atletik, Jakabaring Sports City, Sabtu (12/11/2011), Serafi yang sebenarnya tak diunggulkan berhasil finis terdepan. Atlet mungil ini membukukan catatan waktu 11,69 detik.
Catatan waktu Serafi sebenarnya sama dengan milik atlet Thailand, Sangrat Nongnuch. Tapi, Serafi yang berhak atas medali emas karena punya reaction time yang lebih lambat, yakni 0,172 detik, sementara Sangrat 0,169 detik.
Medali perunggu dibawa pulang oleh atlet Vietnam, Vu Thi Huong. Peraih medali emas di SEA Games edisi sebelumnya ini finis dalam waktu 11,73 detik.
Di bagian putra, kejutan juga terjadi. Franklin di luar dugaan berhasil menggondol emas usai finis pertama dalam waktu 10,37 detik.
Franklin mengungguli wakil Singapura, Yeo Foo Ee, yang harus puas dengan medali perak. Adapun medali perunggu jadi milik atlet Thailand, Sondee Wachara.
Sabtu, 12 November 2011
Kereta Wisata di Taman Safari Hampir Masuk Jurang, Pengunjung Shock
Bogor - Puluhan pengunjung dari PT Nornet Indoneisa yang tengah melaksanakan Family gathering di Taman Safari Cisarua, Bogor nyaris menjadi korban kecelakaan. Peristiwa itu terjadi saat kereta wisata yang mereka naiki hampir masuk jurang.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (12/11/2011) pukul 11.00 WIB. Menurut saksi mata Miftah (35) yang juga salah satu korban, sat itu dia bersama rekan-rekannya menggunakan kereta gandeng untuk berkeliling Taman Safari.
Namun saat melintas di salah satu jurang, tiba-tiba kereta wisata yang di tumpangi 43 orang wisatawan asal Jakarta tersebut hilang kendali, bagian rodanya pun masuk jurang.
"Hampir kami masuk jurang, Alhamdulillah hanya luka-luka ringan saja," kata Miftah.
Yang disesalkan Miftah dan rekan-rekannya, ternyata pihak Taman Safari justru terkesan tidak mau tahu atas kejadian tersbut. "Setelah saya komplain mereka baru bereaksi, namun yang kami sesalkan pihak TSI tetap mengoperasikan kereta tersebut," kata Miftah.
Pihak korban juga mempertanyakan, penanganan yang dilakukan atau keselamatan bagi para penumpang. " Saya mengharapkan jangan sampai terjadi lagi peristiwa tersebut," jelasnya.
Akibat kejadian itu, beberapa pengunjung mengalami trauma berat. Bahkan salah seorang korban yang sedang menggendong anaknya yang berusia 3 tahun sempat terpental. Beruntung korban dan anaknya berhasil di tahan oleh korban lainnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak Humas TSI tidak mengangkat telepon selulernya, demikian pula SMS tidak dijawab.
sumber: Amarullah - detikNews
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (12/11/2011) pukul 11.00 WIB. Menurut saksi mata Miftah (35) yang juga salah satu korban, sat itu dia bersama rekan-rekannya menggunakan kereta gandeng untuk berkeliling Taman Safari.
Namun saat melintas di salah satu jurang, tiba-tiba kereta wisata yang di tumpangi 43 orang wisatawan asal Jakarta tersebut hilang kendali, bagian rodanya pun masuk jurang.
"Hampir kami masuk jurang, Alhamdulillah hanya luka-luka ringan saja," kata Miftah.
Yang disesalkan Miftah dan rekan-rekannya, ternyata pihak Taman Safari justru terkesan tidak mau tahu atas kejadian tersbut. "Setelah saya komplain mereka baru bereaksi, namun yang kami sesalkan pihak TSI tetap mengoperasikan kereta tersebut," kata Miftah.
Pihak korban juga mempertanyakan, penanganan yang dilakukan atau keselamatan bagi para penumpang. " Saya mengharapkan jangan sampai terjadi lagi peristiwa tersebut," jelasnya.
Akibat kejadian itu, beberapa pengunjung mengalami trauma berat. Bahkan salah seorang korban yang sedang menggendong anaknya yang berusia 3 tahun sempat terpental. Beruntung korban dan anaknya berhasil di tahan oleh korban lainnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak Humas TSI tidak mengangkat telepon selulernya, demikian pula SMS tidak dijawab.
sumber: Amarullah - detikNews
Jumat, 11 November 2011
resensi-satu jam saja

Sinopsis Film Satu Jam Saja
Andika (Vino G. Bastian), Gadis (Revalina S. Temat) dan Hans (Andhika Pratama). Mereka adalah sahabat sejati dan masing-masing berjanji untuk saling menjaga namun tidak saling mencintai. Andika berkesempatan mendapat beasiswa untuk pergi kuliah ke Jerman
Kedua sahabatnya (Gadis dan Hans) pergi mencarinya untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, namun ternyata dalam perjalanan mereka mendapat musibah dan kendaraan yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Hujan begitu lebat, Hans merencanakan sebuah perbuatan terkutuk dan Gadis harus menerima akibatnya Andika yang sejak lama mencintai Gadis mengambil alih tanggung jawab tersebut walaupun Andika harus kehilangan masa depannya dengan melepas beasiswa kuliah di Jerman.
Namun Hans datang kembali dan ingin merebut Gadis. Sebagai seorang sahabat sejati , Andika lebih memikirkan kebahagiaan Gadis, yang ada dalam pikiranya adalah melindungi Sahabat sekaligus istrinya dengan menyembunyikan pertemuannya dengan Hans. Semakin lama Gadis menyadari betapa besar cinta Andika namun waktu tak dapat menunggu kebahagiaan mereka. Akankah kebahagian mereka terwujud? Satu Jam Saja
Mulai 7 Oktober 2010 di bioskop-bioskop kesayangan Anda
http://www.youtube.com/watch?v=CnhINmm99H8&feature=player_embedded
Jenis Film :
Drama
Produser :
Santy Karno
Produksi :
Karnos Film
Homepage :
http://www.satujamsaja.com/
Durasi :
106
Cast & Crew
Pemain :
Vino G. Bastian
Revalina S. Temat
Andhika Pratama
Rano Karno
Widyawati
Marini
Rima MelatiImey Liem
Sutradara :Ario Rubbik
Penulis :rano karno
sumber:
http://gosipboo.blogspot.com/2010/10/resensi-film-satu-jam-saja.html
Penilaian Asset Tingkat kesehatan bank
Assets Quality
Dalam kondisi normal sebagian besar aktiva suatu bank terdiri dari kredit dan aktiva lain yang dapat menghasilkan atau menjadi sumber pendapatan bagi bank, sehingga jenis aktiva tersebut sering disebut sebagai aktiva produktif. Dengan kata lain, aktiva produktif adalah penanaman dana Bank baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, surat berharga, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif. Di dalam menganalisis suatu bank pada umumnya perhatian difokuskan pada kecukupan modal bank karena masalah solvensi memang penting. Namun demikian, menganalisis kualitas aktiva produktif secara cermat tidaklah kalah pentingnya. Kualitas aktiva produktif bank yang sangat jelek secara implisit akan menghapus modal bank. Walaupun secara riil bank memiliki modal yang cukup besar, apabila kualitas aktiva produktifnya sangat buruk dapat saja kondisi modalnya menjadi buruk pula. Hal ini antara lain terkait dengan berbagai permasalahan seperti pembentukan cadangan, penilaian asset, pemberian pinjaman kepada pihak terkait, dan sebagainya. Penilaian terhadap kualitas aktiva produktif di dalam ketentuan perbankan di Indonesia didasarkan pada dua rasio yaitu:
1) Rasio Aktiva Produktif Diklasifikasikan terhadap Aktiva
Produktif (KAP 1). Aktiva Produktif Diklasifikasikan menjadi Lancar, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet. Rumusnya adalah :
Penilaian rasio KAP dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
Produktif yang diklasifikasikan (KAP 2). Rumusnya adalah :

Penilaian rasio KAP untuk perhitungan PPAP dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut untuk rasio 0 % diberi nilai kredit 0 dan untuk setiap kenaikan 1 % dari 0 % nilai kredit ditambah 1 dengan maksimum 100.
Sumber :http://mdhaqiqi.wordpress.com/2010/01/06/pengukuran-tingkat-kesehatan-bank-di-indonesia-dengan-menggunakan-metode-camel/
Dalam kondisi normal sebagian besar aktiva suatu bank terdiri dari kredit dan aktiva lain yang dapat menghasilkan atau menjadi sumber pendapatan bagi bank, sehingga jenis aktiva tersebut sering disebut sebagai aktiva produktif. Dengan kata lain, aktiva produktif adalah penanaman dana Bank baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, surat berharga, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif. Di dalam menganalisis suatu bank pada umumnya perhatian difokuskan pada kecukupan modal bank karena masalah solvensi memang penting. Namun demikian, menganalisis kualitas aktiva produktif secara cermat tidaklah kalah pentingnya. Kualitas aktiva produktif bank yang sangat jelek secara implisit akan menghapus modal bank. Walaupun secara riil bank memiliki modal yang cukup besar, apabila kualitas aktiva produktifnya sangat buruk dapat saja kondisi modalnya menjadi buruk pula. Hal ini antara lain terkait dengan berbagai permasalahan seperti pembentukan cadangan, penilaian asset, pemberian pinjaman kepada pihak terkait, dan sebagainya. Penilaian terhadap kualitas aktiva produktif di dalam ketentuan perbankan di Indonesia didasarkan pada dua rasio yaitu:
1) Rasio Aktiva Produktif Diklasifikasikan terhadap Aktiva
Produktif (KAP 1). Aktiva Produktif Diklasifikasikan menjadi Lancar, Kurang Lancar, Diragukan dan Macet. Rumusnya adalah :
Penilaian rasio KAP dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Untuk rasio sebesar 15,5 % atau lebih diberi nilai kredit 0 dan
- Untuk setiap penurunan 0,15% mulai dari 15,49% nilai kredit ditambah 1 dengan maksimum 100.
Produktif yang diklasifikasikan (KAP 2). Rumusnya adalah :
Penilaian rasio KAP untuk perhitungan PPAP dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut untuk rasio 0 % diberi nilai kredit 0 dan untuk setiap kenaikan 1 % dari 0 % nilai kredit ditambah 1 dengan maksimum 100.
Sumber :http://mdhaqiqi.wordpress.com/2010/01/06/pengukuran-tingkat-kesehatan-bank-di-indonesia-dengan-menggunakan-metode-camel/
Rabu, 09 November 2011
Cara Deteksi Stroke dan Upaya Mencegahnya
(Foto: thinkstock)
Gejala stroke muncul akibat gangguan peredaran darah otak pada bagian otak tertentu.
Kenali gejala stroke dan bawa segera pasien stroke untuk mendapat pertolongan yang terbaik.
W= Wajah perot
Kelumpuhan saraf wajah merupakan salah satu gejala stroke yang paling sering dilaporkan. Kelumpuhan saraf wajah terjadi akibat gangguan pada saraf kranial nomor 7. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk tersenyum, wajah yang asimetri (tidak simetris) mendadak merupakan salah satu pertanda stroke.
A= Anggota gerak lemah
Kelumpuhan anggota gerak mendadak merupakan salah satu gejala stroke. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk mengangkat kedua lengannya bersamaan. Bila ada ketinggalan gerak yang sifatnya mendadak, maka hal tersebut adalah gejala stroke.
S= Sensibilitas atau rasa raba terganggu separuh
Gangguan rasa dalam bentuk baal atau kesemutan separuh badan atau salah satu anggota badan yang terjadi mendadak harus dicurigai sebagai gejala stroke. Gangguan rasa bisa dalam bentuk hilang atau kurangnya sensasi sentuh atau rasa kesemutan atau sensasi kesetrum di separuh anggota badan.
P= Pelo atau bicara tidak jelas
Bicara pelo merupakan salah satu gejala utama stroke. Mintalah orang yang dicurigai stroke untuk melafalkan kata-kata dengan huruf r, misalnya: lari-lari di rel kereta api. Bila ada pelo mendadak harus kita curigai sebagai stroke.
A= Afasia atau sukar berkomunikasi
Kehilangan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal yang terjadi secara mendadak merupakan gejala stroke. Apabila seseorang tiba-tiba tidak bisa bicara atau tidak bisa mengerti isi pembicaraan, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.
D= Disorientasi atau bingung mendadak
Pasien yang bingung mendadak bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran harus dicurigai sebagai gejala stroke. Apabila seseorang kehilangan kemampuannya untuk mengenali orang, waktu, dan tempat secara mendadak, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.
A= Apabila ada salah satu gejala diatas segera ke RS
Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Apabila ada gejala stroke segeralah minta bantuan yang tepat. Penanganan yang tepat akan memberikan hasil yang baik pula.
Diagnosis patologi (stroke sumbatan atau stroke perdarahan) ditentukan dengan pemeriksaan minimal CT Scan kepala. Penanganan yang baik di awal diharapkan akan membuahkan hasil yang baik pula.
Tips Cegah Stroke
Hari stroke sedunia merupakan suatu hari dengan pesan setiap hari 'Stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati'. Salah satu upaya pencegahan stroke adalah mengendalikan faktor risiko stroke. Berikut ini adalah tips 'CEGAH STROKE'.
C = Cari dan kendalikan faktor risiko stroke
Kenali faktor risiko stroke yang ada pada diri anda. Ada faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan dan ada faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tanyakan pada diri kita, apakah saya berisiko stroke?
Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah: usia, jenis kelamin, riwayat keluarga stroke dan ras. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, gangguan tidur, dan kegemukan. Temukan faktor risiko yang ada pada Anda dan kendalikanlah.
E = Enyahkan rokok
Merokok terbukti meningkatkan risiko stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya 2-3 kali lipat. Hal ini menjadi lebih nyata pada penderita hipertensi dan diabetes. Merokok menimbulkan pengerasan pembuluh darah dan memicu timbunan plak dalam pembuluh darah. Hal ini terbukti bagi perokok aktif maupun pasif.
G = Giat berolahraga
Olahraga teratur yang bersifat aerobik terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin sehingga terhindar dari diabetes, meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).
Lakukan olahraga yang baik mengandung unsur FITT yaitu: Frekuensi 3-4 kali seminggu, Intensitas ringan sampai sedang, Tipe aerobik, Time (waktu) 15-20 menit per kali olahraga.
A= Awasi tekanan darah
Hipertensi terbukti merupakan faktor risiko stroke yang paling konsisten dan dominan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 60-80 persen penderita stroke diawali oleh hipertensi. Awasi tekanan darah anda secara teratur.
Seseorang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dimulai dengan perubahan pola hidup, yaitu: membatasi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Pada kasus-kasus tertentu diberikan pula obat penurun tekanan darah.
H= Hindari stress
Stress terbukti meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes.
Beberapa penelitian mengkonfirmasi bahwa stress akan meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat. Luangkan waktu anda untuk olahraga ringan, membaca buku, mendengarkan musik dan berkumpul bersama teman.
Lakukanlah pencegahan stroke mulai sekarang. Stroke dapat dicegah bila kita secara dini mengenali faktor risiko stroke dan mengendalikannnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati.
Penulis
SMF Saraf dan Stroke Center RS Bethesda Yogyakarta
www.strokebethesda.com
Kamis, 03 November 2011
Pesawat Cassa 212 Diduga Jatuh Akibat Badai Nesat
penyebab jatuhnya pesawat Cassa 212-200 PK-TLF milik PT Nusantara Buana Air (NBA) di pegunungan kapur Aceh Tenggara masih belum diketahui. Diduga pesawat yang membawa 18 orang itu jatuh akibat badai Nesat.
Analisis ini disampaikan pakar meteorologi tropis Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Dr Tri Handoko Seto dalam surat elektronik kepada detikcom, Kamis (29/9/2011).
Tri Handoko menduga penyebab jatuhnya pesawat itu karena badai Nesat dengan mengambil data cuaca di kawasan Medan hingga Aceh yang dalam kondisi cerah. "Cuaca cerah tidak berarti selalu aman bagi penerbangan, terutama penerbangan pesawat kecil seperti Cassa ini," kata dia.
Menurut Tri, pesawat Cassa 212 biasanya terbang pada ketinggian 7.000 hingga 8.000 feet untuk rute-rute penerbangan komersial. "Pada ketinggian tersebut, kecepatan angin saat ini di wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara sangat tinggi, sekitar 20-40 knot. Hal ini terjadi akibat adanya siklon tropis Nesat yang tengah terjadi di sebelah utara wilayah Indonesia," papar Tri.
Tri juga membeberkan pengalamannya yang juga baru saja terbang dengan pesawat model yang sama. "Pengalaman saya kemarin terbang dengan pesawat yang juga dioperasikan NBA di Pekanbaru juga mengalami turbulensi dan angin kencang yang mengakibatkan pesawat terbanting-banting di udara," jelas dia.
Menurut Tri, jika posisi pesawat berada dekat daratan, dalam kasus di Medan pesawat terbang di area pegunungan, maka pesawat sangat rawan terbanting ke bawah (downdraft) sehingga menabrak daratan. "Ini hanya analisis kemungkinan jika pesawat memang mengalami crash," kata Tri.
Analisis ini disampaikan pakar meteorologi tropis Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Dr Tri Handoko Seto dalam surat elektronik kepada detikcom, Kamis (29/9/2011).
Tri Handoko menduga penyebab jatuhnya pesawat itu karena badai Nesat dengan mengambil data cuaca di kawasan Medan hingga Aceh yang dalam kondisi cerah. "Cuaca cerah tidak berarti selalu aman bagi penerbangan, terutama penerbangan pesawat kecil seperti Cassa ini," kata dia.
Menurut Tri, pesawat Cassa 212 biasanya terbang pada ketinggian 7.000 hingga 8.000 feet untuk rute-rute penerbangan komersial. "Pada ketinggian tersebut, kecepatan angin saat ini di wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara sangat tinggi, sekitar 20-40 knot. Hal ini terjadi akibat adanya siklon tropis Nesat yang tengah terjadi di sebelah utara wilayah Indonesia," papar Tri.
Tri juga membeberkan pengalamannya yang juga baru saja terbang dengan pesawat model yang sama. "Pengalaman saya kemarin terbang dengan pesawat yang juga dioperasikan NBA di Pekanbaru juga mengalami turbulensi dan angin kencang yang mengakibatkan pesawat terbanting-banting di udara," jelas dia.
Menurut Tri, jika posisi pesawat berada dekat daratan, dalam kasus di Medan pesawat terbang di area pegunungan, maka pesawat sangat rawan terbanting ke bawah (downdraft) sehingga menabrak daratan. "Ini hanya analisis kemungkinan jika pesawat memang mengalami crash," kata Tri.
sumber: Arifin Asydhad - detikNews
Kamis, 03/11/2011 18:53 WIB Jaksa: Dalang Bom Buku Berencana Ledakan Hotel Ritz Carlton Didi Syafirdi - detikNews
Jakarta - Dalang bom buku Pepi Fernando ternyata berencana meledakan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton di Jakarta. Sebelumnya Pepi bersama kelompoknya sudah merancang bom untuk diledakan di enam titik.
"Selanjutnya terdakwa buat rencana aksi pengeboman di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, karena sering dipakai tamu asing," ujar JPU Bambang.
Hal ini disampaikan Bambang saat membacakan surat dakwaan Pepi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat di Jl S. Parman, Kamis (3/11/2011).
Menurut Bambang, kelompok Pepi berniat melakukan pengeboman di hotel yang sering dijadikan target para teroris itu karena ingin menunjukan eksistensinya. Pepi berencana merancang bom dengan daya ledak besar.
"Mereka ingin menunjukan jaringan ini dapat ciptakan aksi teror yang menimbulkan korban," ungkapnya.
Enam teror bom Pepi cs yang pertama mengincar rombongan Presiden SBY. Bom diletakan di trafic light di depan Markas Kodam Jaya, Cawang. Kedua Pepi merancang pembuatan bom buku dengan target musisi Ahmad Dhani, Japto Suryo Sumarno, tokoh JIL Ulil Absar dan Komjen Goris Mere.
Ketiga Pepi kembali merencanakan pengeboman terhadap rombongan SBY yang akan melintasi di Cibubur ketika hendak pulang ke kediamannya di Cikeas. Keempat Pepi merencanakan pengeboman di Puspitek, Serpong, Tangerang.
Kelima Pepi dan kelompoknya juga menaruh bom yang diletakan di Banjir Kanal Timur, Cakung yang jaraknya dekat sebuah gereja. Terakhir Pepi berencana meledakan Gereja Crist Katedral di Gading Serpong.
Beruntung serangkaian aksi teror yang direncanakan Pepi dapat digagalkan. Polisi menangkap Pepi di Aceh pada April 2011.
Akibat aksinya Pepi terancam hukuman mati. Jaksa menjeratnya dengan pasal 14 junto pasal 6, pasal 14 junto pasal 7, Pasal 14 junto pasal 9, pasal 15 junto pasal 6, pasal 15 junto pasal 7, Pasal 15 junto pasal 9 UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
sumber: detikNews.com
"Selanjutnya terdakwa buat rencana aksi pengeboman di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, karena sering dipakai tamu asing," ujar JPU Bambang.
Hal ini disampaikan Bambang saat membacakan surat dakwaan Pepi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat di Jl S. Parman, Kamis (3/11/2011).
Menurut Bambang, kelompok Pepi berniat melakukan pengeboman di hotel yang sering dijadikan target para teroris itu karena ingin menunjukan eksistensinya. Pepi berencana merancang bom dengan daya ledak besar.
"Mereka ingin menunjukan jaringan ini dapat ciptakan aksi teror yang menimbulkan korban," ungkapnya.
Enam teror bom Pepi cs yang pertama mengincar rombongan Presiden SBY. Bom diletakan di trafic light di depan Markas Kodam Jaya, Cawang. Kedua Pepi merancang pembuatan bom buku dengan target musisi Ahmad Dhani, Japto Suryo Sumarno, tokoh JIL Ulil Absar dan Komjen Goris Mere.
Ketiga Pepi kembali merencanakan pengeboman terhadap rombongan SBY yang akan melintasi di Cibubur ketika hendak pulang ke kediamannya di Cikeas. Keempat Pepi merencanakan pengeboman di Puspitek, Serpong, Tangerang.
Kelima Pepi dan kelompoknya juga menaruh bom yang diletakan di Banjir Kanal Timur, Cakung yang jaraknya dekat sebuah gereja. Terakhir Pepi berencana meledakan Gereja Crist Katedral di Gading Serpong.
Beruntung serangkaian aksi teror yang direncanakan Pepi dapat digagalkan. Polisi menangkap Pepi di Aceh pada April 2011.
Akibat aksinya Pepi terancam hukuman mati. Jaksa menjeratnya dengan pasal 14 junto pasal 6, pasal 14 junto pasal 7, Pasal 14 junto pasal 9, pasal 15 junto pasal 6, pasal 15 junto pasal 7, Pasal 15 junto pasal 9 UU No 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
sumber: detikNews.com
Langganan:
Postingan (Atom)